Tuesday, 08.11.2020, 4:45 AM
Mr Blue
Welcome Guest | RSS
Main | Blog | Registration | Login
Site menu

Section categories
Bisnis [67]
Batu Permata [15]
Forex [26]
Herbal [37]
Investasi [18]
Islam [13]
Ilmu Pengetahuan [107]
Keuangan [17]
Kesehatan [47]
Kecantikan [52]
Kata Bijak Motivasi [124]
Remaja Dan Narkoba [8]
Otomotif [29]
Puisi [3]
Properti [36]
Pesta Pernikahan [1]
Sejarah [33]
Teknologi [31]

Our poll
Rate my site
Total of answers: 8

Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Login form

Main » 2010 » December » 17 » Lampu Halogen Lebih Awet
11:40 AM
Lampu Halogen Lebih Awet
Lampu HalogenPemakaian bohlam lampu halogen dengan watt yang besar karena ingin mendapatkan sinar lebih terang. Padahal, disarankan kekuatan bohlam tidak lebih dari 55 watt. "Di atas angka itu, reflektor bohlam bisa rentan rusak dan meleleh," jelas Wira Sentosa, spesialis indiglow SACS di Pondok Gede, Jakarta Timur.

Bisa begitu karena halogen berisi filamen tungsten dan dibungkus dengan kaca yang di dalamnya ada campuran gas (nitrogen, argon dan krypton). Ketika listrik disalurkan, filamen akan berubah menjadi panas hingga mencapai 2.000 derajat celsius yang kemudian membuatnya terlihat membara. Dan bara itulah yang menjadi sumber cahaya utama halogen.


Karena lemak bikin putus
Penggantian daya dengan ukuran watt yang lebih besar sama sekali enggak membantu. "Tambah besar daya sama aja dengan menambah sifat panasnya," ungkap Dikky dari gerai Dynamic Motorsport di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kecenderungan pemilihan watt yang terang bagi halogen akan memancarkan cahaya putih. Malah enggak bisa menembus hujan lebat atau kabut. Karena, timpal Dikky, halogen yang warnanya putih, sifat cahayanya tipis banget.

Sekadar infirmasi, usia pemakaian halogen sekitar 2.000 jam. Malah, usia pakainya terkadang di bawah itu karena disebabkan salah perlakuan. Di antaranya saat pemasangan, permukaan bohlam terpegang oleh tangan. Padahal, kaca halogen terbuat dari kaca kuarsa yang tipis dan tahan panas.
Pemicunya, sidik jari yang melekat di kaca meninggalkan lemak tipis. Ini membuat suhu permukaan kaca tersebut lebih dingin dibanding lainnya. Otomatis terjadi yang namanya perbedaan koefisien yang besar dan akhirnya membuat lampu putus bahkan bisa pecah.

Sistem relay
Solusinya, paling tepat menambahkan relay atau halogen booster. Fungsinya untuk menstabilkan dan meningkatkan arus listrik. Sehingga pasokan listrik ke bohlam lampu menjadi maksimal. Efeknya, cahay lampu dapat berpendar lebih terang.

Hengky Hendargo dari gerai aksesori Bintang Jaya di ITC Fatmawati, jakarta Selatan menyarankan, saat memasang halogen booster dibarengi dengan penggantian bohlam yang baru supaya tidak putus.
Nah, untuk halogen booster ada produk bikinan Taiwan. Seperti di antaranya Power Booster MX Sportlich yang mengklaim bikin bholam halogen standar bisa lebih terang 50%. Bisa diaplikasi ke semua bohlam tipe H1-H7 dengan kemampuan 55/60 dan 90/100 watt. Harga, sekitar Rp300 ribu untuk 2 bohlam dan Rp350 ribu 4 bohlam.

Ada lagi H2 Brightworks, masih dari Taiwan. Bisa diaplikasi kesemua bohlam dan relay dengan harga Rp400 ribu untuk bohlam 2x100 watt.
Category: Otomotif | Views: 640 | Added by: MrBlue | Tags: Fember Sentana, Lampu Mobil, Halogen, Lampu Halogen, Lampu Motor, otomotif, Artikel Otomotif, Lampu | Rating: 0.0/0

Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Search

Calendar
«  December 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031

Entries archive

Shopping
Shopping

Visitor
free counters

Powered by MyPagerank.Net

Copyright MyCorp © 2020 Free website builderuCoz